Jumat, 26 Oktober 2012

CONTOH PTS


UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU BIOLOGI MENGGUNAKAN LINGKUNGAN SEKOLAH SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MELALUI PELATIHAN DI SMP PLUS AL FATIMAH
KABUPATEN BOJONEGORO


Disusun untuk memenuhi salah satu tugas OJL pada kegiatan Penguatan Kepala Sekolah


Oleh :
ABDUL FATAH, S.Pd.
NOMOR A:19-007





PEMERINTAH KABUPATEN BOJONEGORO
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SMP PLUS AL FATIMAH
2012


KATA PENGANTAR
Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas segala nikmat dan karunia-Nya, hingga detik ini penulis masih dapat melakukan aktivitas pelatihan dengan baik. Shalawat dan salam tetap tercurahkan kepada junjunangan kita Nabi besar Muhammad SAW selaku pemimpin para Nabi dan orang-orang bertaqwa, begitu juga kepada para sahabat-sahabat beliau, keluarga beliau dan siapa saja yang senantiasa mengikuti jejak beliau.
Pada kesempatan ini, penulis ingin menyampaikan rangkaian terima kasih kepada panitia pelaksana DIKLAT PENGUATAN KEPALA SEKOLAH yang diselenggarakan P4TK di Sarangan Kabupaten Magetan tepatnya pada tanggal 8 – 15 Juli 2012, yang telah mengundang, mendidik dan latihan penguatan Kepala Sekolah sehingga mendapatkan pencerahan dan bertambah wawasan pada pelatihan penguatan kepala sekolah yang diselenggarakan P4TK ini. Tak lupa juga penulis menyampaikan terima kasih untuk fasilitator pelatihan, yang dengan penuh kesabaran membimbing penulis, sehingga dapat menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan dengan benar.
Terima kasih dan rasa bahagia penulis berikan buat rekan-rekan peserta pelatihan yang telah banyak memberikan kontribusi bagi pengetahuan penulis mengikuti kegiatan DIKLAT PENGUATAN KEPALA SEKOLAH yang diselenggarakan oleh P4TK ini. Semoga jasa-jasa yang telah diberikan teman-teman akan mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah SWT.
Akhir Kata, penulis memohon dukungan lebih lanjut bagi penyiapan proposal ini hingga menjadi laporan penelitian yang semoga membawa manfaat bagi perbaikan pendidikan di Bojonegoro pada khususnya.
Bojonegoro, 14 Juli 2012
Peneliti/Peserta

ABDUL FATAH, S.Pd.
Nomor Peserta : 19 - 007

DAFTAR ISI



Kata Pengantar ................................................................................................................... i
Daftar Isi ............................................................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................ 1
1. Latar Belakang Masalah ................................................................................................. 1
2. Rumusan Masalah ........................................................................................................... 2
3. Tujuan Penelitian ............................................................................................................ 2
4. Manfaat Penelitian .......................................................................................................... 2
BAB II KAJIAN TEORITIS .......................................................................................... 3
1. Kajian Teori .................................................................................................................... 3
2. Kerangka Teori ............................................................................................................... 3
BAB III METODOLOGI PENELITIAN ...................................................................... 4
1. Subyek, lokasi, dan waktu penelitian ............................................................................. 4
2. Prosedur Penelitian ......................................................................................................... 4
3. Teknik Pengumpulan Data ............................................................................................. 5
4. Teknik Analisis Data ...................................................................................................... 5

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................ 6




BAB. I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Biologi termasuk dalam kelompok Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang merupakan kelompok mata pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Tujuan dari Kelompok Mata pelajaran ini dimaksudkan untuk memperoleh kompetensi lanjut Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta membudayakan berpikir ilmiah secara kritis, inovatif, kreatif dan mandiri bagi peserta didik (Permendiknas nomor 22 tahun 2006).
Menghasilkan lulusan yang mampu berpikir ilmiah secara kritis, inovatif, kreatif dan mandiri amat ditentukan oleh pembelajaran yang berkualitas. Syarat terjadinya pembelajaran yang baik antara lain adalah penggunaan variasi pembelajaran yang bervariasi serta penggunaan media pembelajaran yang membawa siswa belajar secara kontekstual. Media pembelajaran potensial yang dapat digunakan guru secara langsung misalnya lingkungan sekolah.
Berdasarkan pengalaman peneliti sebagai kepala sekolah di SMP PLUS AL FATIMAH kemampuan guru menggunakan lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran masih rendah. Hal ini dapat dilihat dari kurangnya guru melaksanaan Proses Belajar Mengajar (PBM) di luar kelas atau membawa preparat/media pembelajaran dari lingkungan sekolah ke dalam kelas.
Berdasarkan uraian di atas, peneliti memandang perlu melakukan pembinaan melalui pemberian pelatihan kepada guru biologi untuk meningkatkan kemampuan dalam penggunaan lingkungan sebagai media pembelajaran.




B.     Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah Pelatihan dapat Meningkatkan Kemampuan Guru Biologi Menggunakan Lingkungan Sekolah Sebagai Media Pembelajaran di SMP PLUS AL FATIMAH ?”
C.     Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui apakah pelatihan dapat meningkatkan kemampuan guru biologi dalam menggunakan lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran di SMP PLUS AL FATIMAH
D.    Manfaat Penelitian
Pelaksanaan penelitian ini memiliki manfaat antara lain:
1.         Bagi Peneliti
Penelitian ini diharapkan menjadi media peningkatkan kompetensi kepala sekolah dalam membuat karya tulis ilmiah berupa penelitian tindakan sekolah.
2.         Bagi guru
Penelitian ini diharapkan dalam Proses Belajar Mengajar (PBM) menjadi menarik dan menyenangkan dengan penggunaan media yang murah, mudah dan berkelanjutan.
3.         Bagi siswa
Penelitian ini diharapkan Hasil belajar peserta didik meningkat.








BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A.    Kajian Teori dan Penelitian yang Relevan
Sebagai tenaga profesional guru harus menyiapkan landasan bagi pengambilan keputusan yang memuaskan tentang metode pengajaran dan kegiatan belajar yang efektif. Ini perlu agar sebagian besar siswa dapat menguasai sasaran pengajaran pada tingkat pencapaian yang dapat diterima, dalam jangka waktu yang sesuai. (Hamzah, B. Uno, 2007 : 42)
Lingkungan sekolah adalah halaman terbuka yang ada di luar kelas atau luar sekolah. Penggunaan lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran biologi sangatlah relevan dengan pembelajaran yang menggunakan pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and Learning). Lingkungan sekolah amat membantu guru dalam pembelajaran, karena dalam lingkungan terdapat hal-hal yang dapat mendukung kerja-kerja guru dalam pembelajaran, misalnya jenis-jenis flora dan fauna, ataupun dapat menjadi tempat untuk melakukan diskusi secara nyaman.

B.     Kerangka Berpikir
Berdasarkan kajian teori dan penelitian lain yang relevan, peneliti meyakini bahwa pelatihan dapat meningkatkan kemampuan guru biologi menggunakan lingkungan sebagai media pembelajaran di SMP PLUS AL FATIMAH.






BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A.    Subyek, Lokasi, dan Waktu Penelitian
Subyek penelitian ini adalah guru biologi SMP PLUS AL FATIMAH 1 orang. Sekolah ini terletak di Jalan Pondok Bambu 01 Sukorejo Kecamatan Bojonegoro. Waktu pelaksanaan penelitian ini direncanakan pada bulan Agustus sampai dengan Oktober 2012.
B.     Prosedur Penelitian
Dalam penelitian ini direncanakan selama dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahapan-tahapan: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, evaluasi dan refleksi.


 













C.     Teknik Pengumpulan Data
Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi dan wawancara. Instrumen pengambilan data adalah lembar observasi dan pedoman wawancara.
Pada Siklus I
1.      Perencanaan Tindakan
Perencanaan adalah langkah awal yang dilakukan oleh penulis saat akan memulai tindakan. Agar perencanaan mudah dipahami dan dilaksanakan oleh penulis yang akan melakukan tindakan, maka penulis membuat rencana tindakan  sebagai berikut : 
a)             Merumusan masalah yang akan dicari solusinya. Dalam penelitian ini masalah yang akan dicari solusinya adalah Apakah Pelatihan dapat Meningkatkan Kemampuan Guru Biologi Menggunakan Lingkungan Sekolah Sebagai Media Pembelajaran di SMP PLUS AL FATIMAH ?
b)             Merumuskan tujuan penyelesaian masalah. Dalam penelitian ini penulis mengambil rencana untuk melakukan tindakan memberikan pelatihan pada guru biologi menggunakan lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran.
c)             Merumuskan indikator keberhasilan upaya peningkatan guru biologi melalui pelatihan menggunakan lingkungan sekolah sebagai sumber media pembelajaran. Indikator keberhasilan penerapan tindakan ini penulis tetapkan sebesar 70% penguasaan Penggunaan Lingkungan Sekolah Sebagai Media Pembelajaran Biologi dan Wawancara Pemahaman Guru Terhadap Pelatihan Penggunaan Lingkungan Sekolah Sebagai Media pembelajaran serta nilai hasil penilaian kinerja guru minimal 76 atau angka kridetnya 100 %.
d)            Penyusunan instrumen pengamatan dan evaluasi.
1)            Instrumen Observasi Penggunaan Lingkungan Sekolah Sebagai Media pembelajaran
2)            Instrumen Wawancara Pemahaman Guru terhadap Pelatihan Penggunaan Lingkungan Sekolah Sebagai Media Pembelajaran yang di lakungan oleh peneliti sebagai kepala sekolah SMP Plus Al Fatimah Bojonegoro
3)            Instrumen Evaluasi Penilaian Kinerja Guru
2.      Pelaksanaan Tindakan
Pelaksanaan penelitian tindakan sekolah  ini dilaksanakan melalui beberapa
kegiatan, antara lain :
a)      Menyebarkan jadwal pelatihan sebanyak 3 kali tatap muka dilaksanakan dalam 3 hari, 1 hari 1 kali tatap muka sama dengan 90 menit, pelatihan ini diikuti oleh  2 guru biologi, tempat pelaksanaan pelatihan di sekolah sendiri yaitu SMP PLUS AL FATIMAH BOJONEGORO dengan nara sumber dari penulis sendiri sebagai kepala sekolah.
b)      Penulis yang sebagai kepala sekolah menyiapkan materi pelatihan guru biologi menggunakan lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran.
c)      Menyebarkan instrumen observasi penilaian pelaksanaan menggunakan lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran, dan instrumen wawancara pemahaman Guru tentang penggunaan lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran serta instrumen penilaian kinerja guru.
3.      Pengamaatan dan Refleksi
Setelah selesai satu siklus maka diadakan refleksi mengenai kelemahan atau kekurangan dari pelaksanaan tindakan pada siklus pertama.
a)      Pengamatan dilaksanakan bersama-sama  dengan guru biologi untuk menentukan tindakan perbaikan pada siklus berikutnya.
b)      Refleksi berpedoman pada indikator keberhasilan upaya meningkatkan kemampuan guru biologi dalam menggunakan lingkungan sekolah sebagai media pembelajaraan, yaitu 70% penguasaan penggunaan lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran dan minimal PKG 76.
c)      Dari hasil refleksi dapat diambil suatu kesimpulan bahwa perlu perbaikan kekurangan  dari siklus pertama.
Pada Siklus 2:
Siklus 2 terdiri atas beberapa tahap, sama seperti siklus 1 yaitu : (1) Perencanaan, (2)
Pelaksanaan, (3) Pengamatan dan Refleksi. Setelah di refleksi penulis mengambil kesimpulan dari penelitian tindakan sekolah, “Apakah Pelatihan dapat Meningkatkan Kemampuan Guru Biologi Menggunakan Lingkungan Sekolah Sebagai Media Pembelajaran di SMP PLUS AL FATIMAH?”
D.     Teknik Analisis Data
Teknis analais data dilakukan menggunakan analisis deskriptif persentase. Data yang diperoleh tiap siklus direfleksikan dengan peningkatan indikator keberhasilan penilaian kinerja Guru yang meliputi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesionalisme.
Deskriptif persentase penilaian kinerja Guru di jelaskan dalam bentuk tabel sebagai berikut:
Nilai Hasil PK Guru
Sebutan
% Angka Kredit
91 – 100
Amat Baik
Baik125%
76 – 90
Baik
100%
61 – 75
Cukup
75%
51 - 60
Sedang
50%
≤ 50
Kurang
25%

Jika penilaian kinerja guru yang menggunakan lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran melalui pelatihan mendapat sebutan “Baik dengan persentase angka kredit 100% atau “Amat Baik dengan persentase 125%” maka bisa dikatakan Guru menggunakan lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran bisa meningkatan kemampuan guru yang ditandai dengan nilai PKG “Baik” atau “Sangat Baik”





















BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A.    Kondisi Awal
Dari hasil wawancara terhadap dua guru biologi, peneliti memperoleh  informasi bahwa semua guru belum pernah pembelajaran di luar sekolah yang memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran. Hal ini dikarenakan guru belum menguasai pembelajaran di luar sekolah yang menggunakan lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran. Hal ini terjadi dikarenakan guru belum pernah ikut pelatihan cara menggunakan lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran.
B.     Siklus Pertama
Siklus pertama terdiri dari empat tahap yakni: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi seperti berikut ini.
1.      Perencanaan
Membuat instrumen 1
Wawancara Pemahaman Guru Terhadap Pelatihan Penggunaan Lingkungan Sekolah Sebagai Media
Berilah tanda centang pada tabel di bawah ini sesuai dengan pemahaman guru!
NAMA GURU : .............................
TANGGAL WANCARA :


NO
MATERI PELATIHAN GURU
1
2
3
4
1
Guru memahami konsep lingkungan sebagai media pembelajaran




2
Guru melakukan indentifikasi lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran




3
Guru menguasai materi pembelajaran yang menggunakan alat media lingkungan sekolah tepat sasarannya




4
Guru memahami model yang tepat dalam proses belajar mengajar dengan menggunakan media lingkungan sekolah




5
Guru bisa membuat evaluasi pada proses belajar mengajar dengan menggunakan lingkungan sekolah sebagai media





Jumlah





Keterangan skor :
1 = kurang
2 = cukup
3 = baik
4 = sangat baik
Membuat instrumen 2
Observasi Penggunaan Lingkungan Sekolah Sebagai Media Pembelajaran Biologi
Berilah tanda centang pada tabel di bawah ini sesuai dengan yang dilakukan guru!
NAMA GURU : .................................
TANGGAL PELAKSANAAN :
NO
MEDIA LINGKUNGAN SEKOLAH
1
2
3
4
1
Guru menjadikan lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran




2
Guru menggunakan lingkungan sekolah sebagai alat komunikasi yang efektif dalam proses belajar mengjar




3
Guru menggunakan lingkungan sekolah sebagai alat untuk mencapai tujuan pembelajaran




4
Guru menggunakan lingkungan sekolah secara inovatif dan kreatif dalam proses belajar mengajar




5
Guru menggunakan lingkungan sekolah secara inovatif dan kreatif dalam mencapai tujuan pembelajaran




6
Menggunakan lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran tanpa merusak lingkungan





Jumlah




Keterangan skor :
1 = kurang
2 = cukup
3 = baik
4 = sangat baik
Membuat instrumen 3




HASIL PENILAIAN KINERJA GURU
Nama guru yang dinilai:  ..............................
Periode penilaian
...................        sampai         ..................
     (tanggal, bulan, tahun)                                    (tanggal, bulan, tahun) 
Formatif
X
Tahun
...........
Sumatif

Kemajuan


NO
K O M P E T E N S I
NILAI *)
A.   Pedagogik
1.
Menguasai karakteristik peserta didik

2.
Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik

3.
Pengembangan kurikulum

4.
Kegiatan pembelajaran yang mendidik

5.
Pengembangan potensi peserta didik

6.
Komunikasi dengan peserta didik

7.
Penilaian dan evaluasi

B.   Kepribadian
8.
Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial dan kebudayaan nasional

9.
Menunjukkan pribadi yang dewasa dan teladan

10.
Etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru

C.   Sosial
11.
Bersikap inklusif, bertindak obyektif, serta tidak diskriminatif

12.
Komunikasi dengan sesama guru, tenaga kependidikan, orang tua, peserta didik, dan masyarakat

D.   Profesional
13.
Penguasaan materi, struktur, konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu

14.
Mengembangkan keprofesionalan melalui tindakan yang reflektif

Jumlah (Hasil penilaian kinerja guru)

*) Nilai diisi berdasarkan laporan dan evaluasi PK Guru. Nilai minimum per kompetensi = 1 dan nilai maksimum = 4

Deskriptif persentase penilaian kinerja Guru di jelaskan dalam bentuk tabel sebagai berikut:
Nilai Hasil PK Guru
Sebutan
% Angka Kredit
91 – 100
Amat Baik
Baik125%
76 – 90
Baik
100%
61 – 75
Cukup
75%
51 - 60
Sedang
50%
≤ 50
Kurang
25%

2.             Pelaksanaan
Pada Siklus Pertama
Wawancara Pemahaman Guru Terhadap Pelatihan Penggunaan Lingkungan Sekolah Sebagai Media
Berilah tanda centang pada tabel di bawah ini sesuai dengan pemahaman guru!
NAMA GURU : ARIK TRIAWATI, SP.d.
HARI/TANGGAL WANCARA : SENIN, 6 Agustus 2012
NO
MATERI PELATIHAN GURU
1
2
3
4
1
Guru memahami konsep lingkungan sebagai media pembelajaran



√
2
Guru melakukan indentifikasi lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran


√

3
Guru menguasai materi pembelajaran yang menggunakan alat media lingkungan sekolah tepat sasarannya

√


4
Guru memahami model yang tepat dalam proses belajar mengajar dengan menggunakan media lingkungan sekolah

√


5
Guru bisa membuat evaluasi pada proses belajar mengajar dengan menggunakan lingkungan sekolah sebagai media
√




Jumlah
1
4
3
4

Keterangan skor :
1 = kurang
2 = cukup
3 = baik
4 = sangat baik
Guru Mata Pelajaran                                                     Peneliti/Kepala Sekolah

Arik Triawati, S.Pd.                                                     Abdul Fatah, S.Pd.
Wawancara Pemahaman Guru Terhadap Pelatihan Penggunaan Lingkungan Sekolah Sebagai Media
Berilah tanda centang pada tabel di bawah ini sesuai dengan pemahaman guru!
NAMA GURU : ULFA SOFIANA, SP.d.
HARI/TANGGAL WANCARA : SENIN, 6 Agustus 2012
NO
MATERI PELATIHAN GURU
1
2
3
4
1
Guru memahami konsep lingkungan sebagai media pembelajaran



√
2
Guru melakukan indentifikasi lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran


√

3
Guru menguasai materi pembelajaran yang menggunakan alat media lingkungan sekolah tepat sasarannya


√

4
Guru memahami model yang tepat dalam proses belajar mengajar dengan menggunakan media lingkungan sekolah

√


5
Guru bisa membuat evaluasi pada proses belajar mengajar dengan menggunakan lingkungan sekolah sebagai media

√



Jumlah
0
4
6
4
Keterangan skor :
1 = kurang      2 = cukup       3 = baik     4 = sangat baik
Guru Mata Pelajaran                                                     Peneliti/Kepala Sekolah

Ulfa Sofiana, S.Pd.                                                     Abdul Fatah, S.Pd.

Observasi Penggunaan Lingkungan Sekolah Sebagai Media Pembelajaran Biologi
Berilah tanda centang pada tabel di bawah ini sesuai dengan yang dilakukan guru!
NAMA GURU : ARIK TRIAWATI, S.Pd.
TANGGAL PELAKSANAAN : SENIN, 13 AGUSTUS 2012
NO
MEDIA LINGKUNGAN SEKOLAH
1
2
3
4
1
Guru menjadikan lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran



√
2
Guru menggunakan lingkungan sekolah sebagai alat komunikasi yang efektif dalam proses belajar mengjar


√

3
Guru menggunakan lingkungan sekolah sebagai alat untuk mencapai tujuan pembelajaran

√


4
Guru menggunakan lingkungan sekolah secara inovatif dan kreatif dalam proses belajar mengajar
√



5
Guru menggunakan lingkungan sekolah secara inovatif dan kreatif dalam mencapai tujuan pembelajaran

√


6
Menggunakan lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran tanpa merusak lingkungan


√


Jumlah
1
4
6
4
Keterangan skor :
1 = kurang        2 = cukup     3 = baik      = sangat baik
Guru Mata Pelajaran                                                     Peneliti/Kepala Sekolah


Arik Triawati, S.Pd.                                                     Abdul Fatah, S.Pd.
Observasi Penggunaan Lingkungan Sekolah Sebagai Media Pembelajaran Biologi
Berilah tanda centang pada tabel di bawah ini sesuai dengan yang dilakukan guru!
NAMA GURU : ULFA SOFIANA, S.Pd.
TANGGAL PELAKSANAAN : SENIN, 13 AGUSTUS 2012
NO
MEDIA LINGKUNGAN SEKOLAH
1
2
3
4
1
Guru menjadikan lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran



√
2
Guru menggunakan lingkungan sekolah sebagai alat komunikasi yang efektif dalam proses belajar mengjar


√

3
Guru menggunakan lingkungan sekolah sebagai alat untuk mencapai tujuan pembelajaran

√


4
Guru menggunakan lingkungan sekolah secara inovatif dan kreatif dalam proses belajar mengajar

√


5
Guru menggunakan lingkungan sekolah secara inovatif dan kreatif dalam mencapai tujuan pembelajaran


√

6
Menggunakan lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran tanpa merusak lingkungan


√


Jumlah
0
4
9
4
Keterangan skor :
1 = kurang    2 = cukup    3 = baik   4 = sangat baik
Guru Mata Pelajaran                                                     Peneliti/Kepala Sekolah

Ulfa Sofiana, S.Pd.                                                     Abdul Fatah, S.Pd.

HASIL PENILAIAN KINERJA GURU
Nama guru yang dinilai:  ARIK TRIAWATI, S.Pd.
Periode penilaian
13 Agustus 2012                   sampai            8 September 2012
     (tanggal, bulan, tahun)                                    (tanggal, bulan, tahun) 
Formatif

Tahun
2012
Sumatif

Kemajuan


NO
K O M P E T E N S I
NILAI *)
A.   Pedagogik
1.
Menguasai karakteristik peserta didik
3
2.
Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik
3
3.
Pengembangan kurikulum
3
4.
Kegiatan pembelajaran yang mendidik
4
5.
Pengembangan potensi peserta didik
4
6.
Komunikasi dengan peserta didik
3
7.
Penilaian dan evaluasi
3
B.   Kepribadian
8.
Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial dan kebudayaan nasional
4
9.
Menunjukkan pribadi yang dewasa dan teladan
3
10.
Etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru
4
C.   Sosial
11.
Bersikap inklusif, bertindak obyektif, serta tidak diskriminatif
4
12.
Komunikasi dengan sesama guru, tenaga kependidikan, orang tua, peserta didik, dan masyarakat
2
D.   Profesional
13.
Penguasaan materi, struktur, konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu
3
14.
Mengembangkan keprofesionalan melalui tindakan yang reflektif
2
Jumlah (Hasil penilaian kinerja guru)
45
*) Nilai diisi berdasarkan laporan dan evaluasi PK Guru. Nilai minimum per kompetensi = 1 dan nilai maksimum = 4
Guru Mata Pelajaran                                                     Peneliti/Kepala Sekolah



Arik Triawati, S.Pd.                                                     Abdul Fatah, S.Pd.
HASIL PENILAIAN KINERJA GURU
Nama guru yang dinilai:  ULFA SOFIANA, S.Pd.
Periode penilaian
13 Agustus 2012                   sampai            8 September 2012
     (tanggal, bulan, tahun)                                    (tanggal, bulan, tahun) 
Formatif

Tahun
2012
Sumatif

Kemajuan


NO
K O M P E T E N S I
NILAI *)
A.   Pedagogik
1.
Menguasai karakteristik peserta didik
4
2.
Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik
3
3.
Pengembangan kurikulum
3
4.
Kegiatan pembelajaran yang mendidik
4
5.
Pengembangan potensi peserta didik
4
6.
Komunikasi dengan peserta didik
3
7.
Penilaian dan evaluasi
3
B.   Kepribadian
8.
Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial dan kebudayaan nasional
4
9.
Menunjukkan pribadi yang dewasa dan teladan
3
10.
Etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru
4
C.   Sosial
11.
Bersikap inklusif, bertindak obyektif, serta tidak diskriminatif
4
12.
Komunikasi dengan sesama guru, tenaga kependidikan, orang tua, peserta didik, dan masyarakat
3
D.   Profesional
13.
Penguasaan materi, struktur, konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu
3
14.
Mengembangkan keprofesionalan melalui tindakan yang reflektif
3
Jumlah (Hasil penilaian kinerja guru)
48
*) Nilai diisi berdasarkan laporan dan evaluasi PK Guru. Nilai minimum per kompetensi = 1 dan nilai maksimum = 4
Guru Mata Pelajaran                                                     Peneliti/Kepala Sekolah


Ulfa Sofiana, S.Pd.                                                     Abdul Fatah, S.Pd.
Pada Siklus Kedua
Wawancara Pemahaman Guru Terhadap Pelatihan Penggunaan Lingkungan Sekolah Sebagai Media
Berilah tanda centang pada tabel di bawah ini sesuai dengan pemahaman guru!
NAMA GURU : ARIK TRIAWATI, SP.d.
HARI/TANGGAL WANCARA : SENIN, 10 September 2012
NO
MATERI PELATIHAN GURU
1
2
3
4
1
Guru memahami konsep lingkungan sebagai media pembelajaran



√
2
Guru melakukan indentifikasi lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran


√

3
Guru menguasai materi pembelajaran yang menggunakan alat media lingkungan sekolah tepat sasarannya


√

4
Guru memahami model yang tepat dalam proses belajar mengajar dengan menggunakan media lingkungan sekolah



√
5
Guru bisa membuat evaluasi pada proses belajar mengajar dengan menggunakan lingkungan sekolah sebagai media


√


Jumlah
0
0
9
8

Keterangan skor :
1 = kurang
2 = cukup
3 = baik
4 = sangat baik
Guru Mata Pelajaran                                                     Peneliti/Kepala Sekolah


Arik Triawati, S.Pd.                                                     Abdul Fatah, S.Pd.

Wawancara Pemahaman Guru Terhadap Pelatihan Penggunaan Lingkungan Sekolah Sebagai Media
Berilah tanda centang pada tabel di bawah ini sesuai dengan pemahaman guru!
NAMA GURU : ULFA SOFIANA, SP.d.
HARI/TANGGAL WANCARA : SENIN, 10 September 2012
NO
MATERI PELATIHAN GURU
1
2
3
4
1
Guru memahami konsep lingkungan sebagai media pembelajaran



√
2
Guru melakukan indentifikasi lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran



√
3
Guru menguasai materi pembelajaran yang menggunakan alat media lingkungan sekolah tepat sasarannya


√

4
Guru memahami model yang tepat dalam proses belajar mengajar dengan menggunakan media lingkungan sekolah


√

5
Guru bisa membuat evaluasi pada proses belajar mengajar dengan menggunakan lingkungan sekolah sebagai media


√


Jumlah
0
0
9
8

Keterangan skor :
1 = kurang
2 = cukup
3 = baik
4 = sangat baik
Guru Mata Pelajaran                                                     Peneliti/Kepala Sekolah


Ulfa Sofiana, S.Pd.                                                     Abdul Fatah, S.Pd.


Observasi Penggunaan Lingkungan Sekolah Sebagai Media Pembelajaran Biologi
Berilah tanda centang pada tabel di bawah ini sesuai dengan yang dilakukan guru!
NAMA GURU : ARIK TRIAWATI, S.Pd.
TANGGAL PELAKSANAAN : SENIN, 17 SEPTEMBER 2012
NO
MEDIA LINGKUNGAN SEKOLAH
1
2
3
4
1
Guru menjadikan lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran



√
2
Guru menggunakan lingkungan sekolah sebagai alat komunikasi yang efektif dalam proses belajar mengjar


√

3
Guru menggunakan lingkungan sekolah sebagai alat untuk mencapai tujuan pembelajaran


√

4
Guru menggunakan lingkungan sekolah secara inovatif dan kreatif dalam proses belajar mengajar


√

5
Guru menggunakan lingkungan sekolah secara inovatif dan kreatif dalam mencapai tujuan pembelajaran

√


6
Menggunakan lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran tanpa merusak lingkungan


√


Jumlah
0
2
12
4
Keterangan skor :
1 = kurang    2 = cukup   3 = baik    = sangat baik
Guru Mata Pelajaran                                                     Peneliti/Kepala Sekolah


Arik Triawati, S.Pd.                                                     Abdul Fatah, S.Pd.
Observasi Penggunaan Lingkungan Sekolah Sebagai Media Pembelajaran Biologi
Berilah tanda centang pada tabel di bawah ini sesuai dengan yang dilakukan guru!
NAMA GURU : ULFA SOFIANA, S.Pd.
TANGGAL PELAKSANAAN : SENIN, 17 SEPTEMBER 2012
NO
MEDIA LINGKUNGAN SEKOLAH
1
2
3
4
1
Guru menjadikan lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran



√
2
Guru menggunakan lingkungan sekolah sebagai alat komunikasi yang efektif dalam proses belajar mengjar



√
3
Guru menggunakan lingkungan sekolah sebagai alat untuk mencapai tujuan pembelajaran


√

4
Guru menggunakan lingkungan sekolah secara inovatif dan kreatif dalam proses belajar mengajar


√

5
Guru menggunakan lingkungan sekolah secara inovatif dan kreatif dalam mencapai tujuan pembelajaran


√

6
Menggunakan lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran tanpa merusak lingkungan


√


Jumlah
0
0
12
8
Keterangan skor :
1 = kurang    2 = cukup    3 = baik   4 = sangat baik
Guru Mata Pelajaran                                                     Peneliti/Kepala Sekolah


Ulfa Sofiana, S.Pd.                                                     Abdul Fatah, S.Pd.

HASIL PENILAIAN KINERJA GURU
Nama guru yang dinilai:  ARIK TRIAWATI, S.Pd.
Periode penilaian
8 september 2012  sampai     8 Oktober 2012
     (tanggal, bulan, tahun)                                    (tanggal, bulan, tahun) 
Formatif

Tahun
2012
Sumatif

Kemajuan


NO
K O M P E T E N S I
NILAI *)
A.   Pedagogik
1.
Menguasai karakteristik peserta didik
4
2.
Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik
3
3.
Pengembangan kurikulum
3
4.
Kegiatan pembelajaran yang mendidik
4
5.
Pengembangan potensi peserta didik
4
6.
Komunikasi dengan peserta didik
4
7.
Penilaian dan evaluasi
3
B.   Kepribadian
8.
Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial dan kebudayaan nasional
4
9.
Menunjukkan pribadi yang dewasa dan teladan
4
10.
Etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru
4
C.   Sosial
11.
Bersikap inklusif, bertindak obyektif, serta tidak diskriminatif
4
12.
Komunikasi dengan sesama guru, tenaga kependidikan, orang tua, peserta didik, dan masyarakat
3
D.   Profesional
13.
Penguasaan materi, struktur, konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu
3
14.
Mengembangkan keprofesionalan melalui tindakan yang reflektif
3
Jumlah (Hasil penilaian kinerja guru)
50
*) Nilai diisi berdasarkan laporan dan evaluasi PK Guru. Nilai minimum per kompetensi = 1 dan nilai maksimum = 4
Guru Mata Pelajaran                                                     Peneliti/Kepala Sekolah

Arik Triawati, S.Pd.                                                     Abdul Fatah, S.Pd.

HASIL PENILAIAN KINERJA GURU
Nama guru yang dinilai:  ULFA SOFIANA, S.Pd.
Periode penilaian
10 September 2012   sampai            8 Oktober 2012
     (tanggal, bulan, tahun)                                    (tanggal, bulan, tahun) 
Formatif

Tahun
2012
Sumatif

Kemajuan


NO
K O M P E T E N S I
NILAI *)
A.   Pedagogik
1.
Menguasai karakteristik peserta didik
4
2.
Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik
4
3.
Pengembangan kurikulum
3
4.
Kegiatan pembelajaran yang mendidik
4
5.
Pengembangan potensi peserta didik
4
6.
Komunikasi dengan peserta didik
3
7.
Penilaian dan evaluasi
3
B.   Kepribadian
8.
Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial dan kebudayaan nasional
4
9.
Menunjukkan pribadi yang dewasa dan teladan
4
10.
Etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru
4
C.   Sosial
11.
Bersikap inklusif, bertindak obyektif, serta tidak diskriminatif
4
12.
Komunikasi dengan sesama guru, tenaga kependidikan, orang tua, peserta didik, dan masyarakat
4
D.   Profesional
13.
Penguasaan materi, struktur, konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu
4
14.
Mengembangkan keprofesionalan melalui tindakan yang reflektif
3
Jumlah (Hasil penilaian kinerja guru)
52
*) Nilai diisi berdasarkan laporan dan evaluasi PK Guru. Nilai minimum per kompetensi = 1 dan nilai maksimum = 4
Guru Mata Pelajaran                                                     Peneliti/Kepala Sekolah

Ulfa Sofiana, S.Pd.                                                     Abdul Fatah, S.Pd.
3.        Pengamatan
Pengamatan atau observasi dilakukan oleh peneliti dengan menggunakan lembar observasi selama satu minggu (satu bulan), untuk 2 guru mata pelajaran biologi.  Selama pengamatan peneliti dibantu dengan TU.
Pengamatan oleh peneliti meliputi :
(a) Wawancara pemahaman Guru Biologi terhadap Pelatihan lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran
(b) Observasi Penggunaan Lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran
(c) Penilaian Kinerja Guru
Dari hasil pengamatan di dapat sebagai berikut :
Pada Siklus Pertama
NAMA GURU : ARIK TRIAWATI, S.Pd.
NO
KOMPONEN
PERSENTASE/NILAI
1
Wawancara pemahaman Guru Biologi terhadap Pelatihan lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran
60 %
2
Observasi Penggunaan Lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran
63 %
3
Penilaian Kinerja Guru
80,35

NAMA GURU : ULFA SOFIANA, S.Pd.
NO
KOMPONEN
PERSENTASE/NILAI
1
Wawancara pemahaman Guru Biologi terhadap Pelatihan lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran
70 %
2
Observasi Penggunaan Lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran
70,83 %
3
Penilaian Kinerja Guru
85,17
Pada Siklus Kedua
NAMA GURU : ARIK TRIAWATI, S.Pd.
NO
KOMPONEN
PERSENTASE/NILAI
1
Wawancara pemahaman Guru Biologi terhadap Pelatihan lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran
85 %
2
Observasi Penggunaan Lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran
75 %
3
Penilaian Kinerja Guru
89,28
NAMA GURU : ULFA SOFIANA, S.Pd.
NO
KOMPONEN
PERSENTASE/NILAI
1
Wawancara pemahaman Guru Biologi terhadap Pelatihan lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran
85 %
2
Observasi Penggunaan Lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran
83 %
3
Penilaian Kinerja Guru
92,85

4.             Refleksi
Setelah selesai satu siklus maka diadakan refleksi mengenai kelemahan atau kekurangan dari pelaksanaan tindakan pada siklus pertama. Refleksi dilaksanakan bersama-sama  Guru Biologi untuk menentukan tindakan perbaikan pada siklus berikutnya. Dari hasil refleksi pada siklus kedua yang lebih baik daripada siklus pertama maka dapat diambil suatu kesimpulan bahwa dengan adanya pelatihan lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran dapat meningkatan kemampuan guru dalam menggunakan lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran dan meningkatkan penilaian kinerja guru.

















BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A.    KESIMPULAN
Setelah selesai satu siklus maka diadakan refleksi mengenai kelemahan atau kekurangan dari pelaksanaan tindakan pada siklus pertama. Refleksi dilaksanakan bersama-sama  Guru Biologi untuk menentukan tindakan perbaikan pada siklus berikutnya. Dari hasil refleksi pada siklus kedua yang lebih baik daripada siklus pertama maka dapat diambil suatu kesimpulan bahwa dengan adanya pelatihan lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran dapat meningkatan kemampuan guru dalam menggunakan lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran dan meningkatkan penilaian kinerja guru.
B.     SARAN
Karena adanya pengaruh positif  Pelatihan Guru terhadap upaya meningkatkan kemampuan guru dalam menggunakan lingkungan sebagai media pembelajaran, maka melalui kesempatan ini penulis mengajukan beberapa saran :
1.  Semua Kepada Kepala Sekolah disarakan mengadakan pelatihan terhadap guru untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menggunakan lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran dan peningkatan penilaian kinerja guru.
2.  Kepada semua guru dalam melaksanakan tugas dalam pembelajaran hendaknya pernah menggunakan lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran dengan baik dan tepat sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.





DAFTAR PUSTAKA
Hamzah B Uno, 2007. Profesi Kependidikan, Problema, Solusi, dan Reformasi Pendidikan di Indonesia. Jakarta. Bumi Aksara.
Permendiknas nomor 13 tahun 2007 tentang Standar Kompetensi Kepala Sekolah

Selasa, 09 Oktober 2012

ARTIKEL 2

[49] Mencari Resep Panjang UsiaPDFPrintE-mail
Tuesday, 01 March 2011 17:06
Oleh: Prof. Dr. Ing. Fahmi Amhar
Berapa usia rata-rata kita sekarang?  Mencapai usia 70 tahun termasuk istimewa, apalagi bila masih sehat, masih bisa jalan sendiri ke mana-mana, masih bisa makan tanpa pantangan, dan masih mudah melihat dan mendengar apa saja.  Dalam 70 tahun itu, kira-kira berapa pengalaman yang dapat kita kumpulkan?  Berapa kota yang dapat kita kunjungi?  Berapa makanan yang dapat kita cicipi?  Berapa orang yang dapat kita ajak berdiskusi?  Kita bisa mengukur dari yang kita raih hingga usia kita sekarang.  Dan ternyata: sangat sedikit!

Namun ada orang-orang yang pengalamannya jauh melebihi usianya.  Dan pada sisi lain, ada orang-orang yang usia kontributifnya jauh melebihi usia biologisnya.  Keduanya sama-sama berterima kasih pada apa yang disebut: biografi.

Biografi adalah riwayat tentang orang-orang, baik orang itu sangat terkenal seperti pemimpin politik tertinggi atau artis papan atas, maupun yang kurang terkenal seperti seorang tukang penjaga kuda di pasar (kalau sekarang mungkin tukang parkir).  Namun membaca biografi seakan menyerap sari pati pengalaman seseorang.  Kalau kita membaca sepuluh biografi, di mana rata-rata tokoh yang diceritakan berusia 70 tahun, maka seakan-akan kita telah berusia 700 tahun.  Di sisi lain, kisah-kisah inspiratif dari tokoh yang diceritakan itu akan berkontribusi dalam hidup kita.  Itulah yang membuat para tokoh itu seakan-akan hidup lebih panjang dari usia biologisnya.

Tradisi menulis biografi sudah ada sejak zaman Yunani kuno.  Namun tradisi ini menguat di zaman Islam, karena ada sebuah kepentingan yang luar biasa, yaitu menjaga kemurnian hadits.  Berbeda dengan Alquran yang terjaga redaksi maupun substansinya dengan bahasa Alquran itu sendiri sehingga kesalahan dapat dikenali dengan sendirinya; hadits tidak memiliki mekanisme itu.  Hadits hanya dapat dijaga dengan kredibilitas mata rantai (sanad) periwayatnya (rawi).  Dan untuk itu diperlukan informasi tentang semua orang yang menjadi mata rantai, itulah “Ilm ar-Rijaal”, atau “biografi kritis”.  Begitu pentingnya ilmu kritik biografi ini, sampai-sampai Ali ibn al-Madini, penulis biografi kritis awal mengatakan, “Mengetahui rawi adalah setengah dari pengetahuan.”

Dan soal rawi ini, ternyata tak hanya relevan untuk ilmu hadits, tetapi juga untuk sains modern, yakni ketika menilai tingkat akurasi data yang dikumpulkan di lab atau di lapangan.  Dalam sains modern, ada tiga jenis kebenaran:  Pertama adalah kebenaran deduktif, yakni kebenaran karena hasil kreatifitas.  Adalah pasti benar ketika perusahaan Research In Motion (RIM) menyebut produknya “Blackberry”, karena gadget canggih itu hasil kreativitas mereka, jadi mereka punya wewenang penuh menamainya demikian.  Kedua adalah kebenaran induktif, yakni penarikan kesimpulan dari berbagai hal.  Kebenaran ini hanya tergantung pada sejauh mana akurasi data yang digunakan dan sejauh mana penarikan kesimpulan itu logis atau tidak mensisakan kejanggalan.  Jadi kebenaran induktif tidak tergantung pada siapa yang berbicara, shalih tidak, sarjana tidak, punya wewenang tidak.  Ketiga adalah kebenaran naratif, yaitu menyampaikan data dari medan kenyataan ke pengguna apa adanya.  Di sinilah, kebenaran tergantung kepada narator, apakah dia akurat, apakah integritasnya dikenal? 

Di zaman modern ini ada ilmuwan-ilmuwan yang dikenal sangat hati-hati dalam menyampaikan data, tetapi ada pula yang justru biasa membungkus data sedemikian rupa – bahkan dengan statistik - untuk tujuan-tujuan tertentu yang tidak etis atau bahkan melanggar hukum.  Mereka inilah yang sampai membuat bursa efek hancur, padahal sebelumnya prediksi pertumbuhan ekonomi begitu cerah.  Seorang pakar statistik Darel Huff sampai menulis buku “Lie with Statistics” – untuk menelanjangi cara-cara berdusta dengan statistik.

Ilmu kritik biografi dimulai pada generasi tabi'in, seperti dikatakan Muhammad ibn Sirin, “Sebelumnya mereka tak bertanya tentang sanad, sampai akhirnya ada kekacauan pasca kemelut Ali-Muawiyah, sehingga mereka bertanya, 'Sebut para rawimu!'.”  Maka ahli sunnah akan diterima haditsnya, sedang ahli bid'ah tidak.  Pada generasi setelah itu, rawi yang lemah semakin banyak, sehingga muncul ulama yang mengkhususkan diri pada klarifikasi mutu rawi untuk memisahkan hadits yang asli dari yang palsu.

Menurut Ibn as-Salah, ahli kritik biografi pertama adalah Syu'bah ibn al-Hajjaj, diikuti oleh Yahya ibn Sa'id al-Qattan, Ahman ibn Hanbal dan Yahya ibn Ma'in.  Al-Bulqini menambah beberapa nama seperti Ali ibn al-Madini dan Amr ibn Ali al Fallas, lalu Malik ibn Anas dan Hisyam ibn Urwah.

Para rawi itu dinilai dari kondisi: lurus (al-'adalah) yang menyangkut moral (takwa) dan keshalihan sosial (al-muru'ah), dan presisi (al-ḍabṭ) yang terkait presisi ingatan dan presisi catatan.  Banyak metode evaluasi para narator ini, mulai dari menanyakan tingkat religiositasnya pada ulama lain sezaman, dan kalau sang narator mengatakan dia mendengar hadits dari seseorang yang sudah wafat, maka ditanya kapan bertemunya, di mana, kemudian dibandingkan dengan catatan-catatan lain untuk menguji apakah ceritanya itu akurat.  Kalau ceritanya itu bertentangan dengan fakta yang lain, maka seluruh isi narasinya akan menjadi lemah.

Apapun yang terjadi dalam proses ini, maka ilmu biografi menjadi hidup.  Dan orang yang menuliskan sejarah pun menjadi hati-hati agar tidak asal menuliskan apa yang diceritakan seseorang, tetapi juga menguji bahwa orang yang meriwayatkan itu akurat, tidak asal cerita sesuai versi dan kepentingannya.

Hasilnya, ada dua: pertama, kita mewarisi sebuah tradisi ilmu untuk menjaga kemurnian penyampaian data dari para peneliti yang melihat dekat fenomena ke mereka yang sulit atau tidak akan pernah sampai ke fenomena itu.  Tradisi ini merasuk baik pada ilmuwan sosial maupun ilmuwan alam, kecuali pada segelintir mereka yang hanya mencari popularitas atau uang dengan cara yang haram.

Kedua, kita mewarisi satu koleksi raksasa biografi orang-orang terdahulu yang luar biasa, yang pengalamannya maupun integritasnya dapat menginspirasi kita.

Alhamdulillah tradisi biografi ini masih berlanjut hingga hari ini.  Dr Muhammad Akram Nadwi, seorang ilmuwan Muslim yang mendapat beasiswa dari Oxford Center for Islamic Studies, menulis buku berbahasa Inggris berjudul: Al-Muhaddithat: The Women Scholars in Islam, London and Oxford: Interface Publications; 2007.  Buku ini menceritakan biografi ratusan wanita yang bekerja keras berkelana dari satu majelis ilmu ke majelis ilmu yang lain di berbagai penjuru dunia untuk mengumpulkan hadits.  Buku itu menunjukkan bukti yang gamblang tentang partisipasi tingkat tinggi para Muslimah dalam menciptakan warisan kebudayaan Islam.[]

ARTIKEL 1

[47] Globe yang tak Sekadar MainanPDFPrintE-mail
Thursday, 20 January 2011 13:11
Prof. Dr. Ing. Fahmi Amhar
Anda di rumah memiliki globe (bola dunia)?  Untuk apa?  Saat ini banyak pengasong menjual globe murah buatan Cina di beberapa perempatan Jakarta.  Sebagian memang didesain untuk dapat dipajang di meja kelas.  Sebagian lain untuk dipakai main lempar bola di kolam renang.
Tahukah Anda bahwa sekitar 1000 tahun yang lalu, globe adalah sebuah masterpiece.  Hingga saat itu belum semua ilmuwan sepakat bahwa bumi itu bulat.  Tetapi Abu Abdullah bin Muhammad bin Abdullah bin Idris asy Syarif atau dikenal sebagai Al-Idrisi (1100 M – 1165 M) percaya, dan dialah pencipta pertama peta dunia dalam bentuk globe seperti yang kita kenal sekarang!
Sebenarnyalah, al-Idrisi mampu melakukan itu karena sejumlah politisi dan ilmuwan telah membukakan jalan.  Berabad sebelumnya, Khalifah Harun Ar-Rasyid dan Al-Makmun mendorong para ilmuwan Muslim untuk menerjemahkan buku-buku ilmiah kuno dari Yunani ke dalam bahasa Arab.  Beberapa naskah penting Yunani yang diterjemahkan adalah: Almagest dan Geographia.
Khalifah Al- Makmun (813 M - 833 M) memerintahkan para geografer Muslim untuk mengembangkan geodesi, yaitu teknik mengukur jarak di atas bumi. Umat Islam pun akhirnya bahkan mampu menghitung volume dan keliling bumi. Lalu Al-Makmun memerintahkan untuk menciptakan peta bumi yang besar. Musa Al-Khawarizmi bersama 70 geografer lainnya akhirnya mampu menyelesaikan tugas ini pada tahun 830 M.  Kemudian Khawarizmi juga menulis kitab geografi yang berjudul “Surah Al-Ard” (tentang geomorfologi), sebuah koreksi terhadap karya Ptolemaeus. Kitab itu menjadi landasan ilmiah bagi geografer Muslim klasik. Pada abad yang sama, Al-Kindi juga menulis sebuah kitab berjudul “Keterangan tentang Bumi yang Berpenghuni”.
Ilmu geografi pun makin berkembang. Di awal abad-10 M, Abu Zayd Al-Balkhi mendirikan akademi survei dan pemetaan di Baghdad.  Di abad-11 M, Abu Ubaid Al-Bakri menulis kitab “Mu'jam Al-Ista'jam” (Eksiklopedi Geografi) dan “Al-Masalik wa Al-Mamalik” (Jalan dan Kerajaan).
Al-Idrisi lahir pada tahun 1100 di Ceuta Spanyol.  Pada usia muda dia sudah gemar bepergian ke tempat-tempat yang jauh, ke Eropa, Asia dan Afrika, untuk mengumpulkan sendiri data dan fakta geografi.  Walhasil, pada usia di bawah 30 tahun, dia sudah menulis kitab geografi berjudul “Nuzhat al Mushtaq fi Ikhtiraq al-Afat” (Tempat Orang yang Rindu Menembus Cakrawala). Kitab ini begitu berpengaruh di Barat sehingga diterjemahkan ke dalam bahasa Latin, “Geographia Nubiensis”.
Kemasyhuran dan kompetensi al-Idrisi didengar oleh Raja Roger II dari Sicilia (1129 M – 1140 M).  Ia mengundang dan memfasilitasi al-Idrisi untuk membuat peta dunia paling baru saat itu.  Al-Idrisi menyanggupi namun mengajukan syarat bahwa dalam peta itu ia ingin memasukkan data wilayah Sicilia yang pernah 200 tahun berada di bawah kekuasaan kaum Muslim sebelum Raja Roger berkuasa.  Raja Roger setuju.
Peta pesanan Raja itupun diwujudkan oleh al-Idrisi dalam bentuk globe dari perak seberat 40 kg yang secara cermat memuat pegunungan, sungai-sungai, kota-kota besar, dataran subur dan dataran gersang, lengkap dengan informasi tinggi di beberapa titik.  Karya ini dilengkapi sebuah buku berjudul “Kitab Al-Rujari” (Roger's Book) sebagai bentuk penghormatan ke Raja Roger.
Kitab ini diakui dunia sebagai bentuk deskripsi paling teliti dan cerrmat tentang peta dunia pada abad pertengahan.  Bahkan buku tersebut menjelaskan keberadaan sebuah pulau yang terletak sangat jauh dan terpencil, seperti sebuah pulau es (mungkin Islandia), di mana perjalanan mencapai pulau itu sangat sulit karena dipenuhi kabut dan lautan yang sering dilewati bongkahan-bongkahan es berbahaya yang hanyut.
Ia juga menggambarkan tentang “Laut Gelap” yang kemudian dinamai Atlantik.  Al-Idrisi menyebut penduduk asli yang mendiami pulau di laut tersebut sebagai penduduk Inggris.
Peta dan globe buatan al-Idrisi, sekalipun di beberapa area masih kosong (karena saat itu belum ada informasi tentang keberadaan benua Amerika atau Australia), namun secara umum sudah memberikan gambaran yang akurat kepada masyarakat, terutama bangsa Eropa.  Mereka menggunakan peta itu untuk melakukan penjelajahan dunia – bahkan berakhir dengan penjajahan!
Selain membuat peta dunia dan globe, al-Idrisi juga menciptakan beberapa metode baru untuk mengukur garis lintang dan bujur, menulis kitab “Nuzhat al Mushtaq fi Ikhtiraq al-Afat” yang berguna untuk orang-orang yang ingin mengadakan perjalanan menembus berbagai iklim.  Ini adalah sebuah ensiklopedia yang berisi peta yang digambar rinci dan informasi lengkap dari negara-negara yang pernah dikunjunginya.  Buku ini diterjemahkan dan diedarkan oleh orang Barat dalam bahasa Latin berkali-kali, dan pada tahun 1619 (hampir 4 abad kemudian!), diterbitkan di Roma dengan judul “Geographia Nubiensis” dalam versi cetak, karena saat itu mesin cetak sudah ditemukan.
Namun al-Idrisi masih menulis beberapa buku lagi.  Pertama sebuah ensiklopedia yang lebih komprehensif “Rawd-un-Naas wa-Nuzhat al-Nafs” (Kenikmatan Manusia dan kesenangan Jiwa), “Shifatul Arab” (Karakter bangsa Arab), dan “Kharithanul 'Alamil ma'mur minal Ardh” (Sumber daya alam dunia).  Karya-karya ini juga diterjemahkan ke berbagai bahasa, antara lain Spanyol (1793), Jerman (1828), Perancis (1840) dan Italia (1885).[]

ALAMAT SERTIFIKASI GURU 2013

http://sergur.kemdiknas.go.id/sg13/

Daftar Guru Belum Bersertifikat Pendidik

KAB. BOJONEGORO [2.057 peserta ]

VERIVIKASI PESERTA SERTIFIKASI 2013.